Assalamu'alaykum... Selamat datang di blog saya..

Muslimah

Muslimah

Sabtu, 27 Desember 2014

HUJANNT ITU...



HUJANNT ITU…

Bagiku, hujan itu sesuatu.. mungkin bagimu juga,,

Tulisan ini terinspirasi dari gambar skaligus status seorang sahabat.
Semalam memikirkannya, kalimat apa yang tepat sekiranya mewakili apa yang ada dalam pikiran dan hati untuk membalas status seorang sahabatku.
Dan akhirnya kudapatkan jawabannya.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ahaa.. Menjadi catatan penting bagi kita semua..
Meskipun kata dan tulisan yang terlalu alay, namun maknanya dalem lhoo.

Sebagaimana hujan yang Allah turunkan, ia hadir tidak dalam keadaan sendiri, tetapi berjamaah.
Satu tetes air tak kan dirasa hadirnya, meskipun diketahui adanya, namun dalam sekejap langsung terlupa.
Sebagaimana satu tetes air yang hadir menyapa barang-barang kita, hadirnya sekejap, disentuh langsung sirna.
Bagaimana dengan manfaatnya? Satu tetes air, tetap saja bermanfaat, tapi manfaatnya tak sebesar ketika ada banyak tetes air yang bersatu dalam volume tertentu.

Air, sebagaimana manusia, ia juga makhluk ciptaan Allah. Yang memberikan inspirasi dalam banyak hal. Salah satunya, hujan..
Hujan, ia turun tidak sendirian. Ia memberikan teladan bagaimana menghadirkan ukhuwah dalam berjamaah. Dan jamaah itu bernama hujan.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ukhuwah adalah saudara keimanan, dimana kekuatan ukhuwah akan menghasilkan kesolidan, persatuan, dan kesatuan.
Segalanya bermula dari rasa cinta, saling mengasihi dan menyayangi karena Allah.
Dimana tingkatan yang paling rendah dari ukhuwah adalah berlapang dada, dan yang tertinggi adalah itsar atau mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri.

Sebagaimana kisah mesra para sahabat Muhajirin dan Anshor yang diabadikan dalam Al Qur’an,

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS. Al Hasyr: 9)

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ayat di atas telah menyebutkan, orang-orang yang beruntung. Itulah salah satu nikmat ukhuwah dalam berjamaah. Agar menjadi orang yang beruntung.

Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfal: 62-63)

Allah yang memperkuat kita dengan pertolongan-Nya. Tak berhenti di situ, Allah menghadirkan orang-orang mukmin di sekeliling kita untuk memperkuat pribadi kita.

Dilanjut lagi, ukhuwah dalam berjamaah, nikmatnya melebihi kekayaan yang ada di bumi. Karena bukan kemiripan fisik, kesamaan hobi, sependapat dalam mengatur strategi, ataupun karena keinginan materi, yang bisa menyatukan hati.
Tetapi karena Allah-lah yang mempersatukan hati orang-orang mukmin.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Dari Abu Malik al Asy’ari ra, ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada beberapa orang yang bukan para nabi dan bukan syuhada, tetapi para nabi dan syuhada menginginkan kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepada kami, siapakah mereka itu?” Rasulullah saw bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan di antara mereka. Juga bukan karena hubungan kekerabatan di antara mereka. Juga bukan karena harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, wajah-wajah mereka adalah (seperti) cahaya dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut tatkala manusia ketakutan dan tidak bersedih hati tatkala manusia bersedih hati. Kemudian Rasulullah saw membaca (ayat) ” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.’” (QS Yunus: 62) (HR. Ahmad)

Wajah yang bercahaya, berada di atas cahaya. Tidak merasa takut, apalagi bersedih hati.
Itulah nikmah ukhuwah dalam berjamaah, membuat hati bersuka cita setiap hari, wajah sumringah, dan langkah yang ringan dalam bermuamalah.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Dan sebagai penutup..

Allah swt berfirman, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS Al Anfal: 46)

Imam asy Syahid Hasan Al Banna mengatakan “Hendaklah kalian saling mencintai dengan sesame. Hendaklah kalian sangat peduli pada ikatan kalian, karena itulah rahasia kekuatan dan keberhasilanmu. Dan tetaplah tegar sehingga Allah memberikan keputusan dengan hak antara kalian dan kaummu. Dia adalah sebaik-baik Pemberi keputusan”.

Dan benar bahwa,

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Semoga Ukhuwah ini senantiasa terjaga hingga kelak kita dipertemukan kembali di surga-Nya, In syaa Allah.

@JSR 1:26 AM 12/27/2014
»»  READMORE...

Minggu, 20 Juli 2014

Andakah yang dicari?? : Bisa bekerja di bawah tekanan



“Bisa bekerja di bawah tekanan” - Pernyataan tersebut seringkali ditemui hampir di semua lowongan pekerjaan. Sebenarnya apa sih indikatornya dan bagaimana diri ini bisa memenuhi kriteria tersebut? Tulisan ini hanya opini pribadi, inspirasinya didapat saat perjalanan menuju Surabaya di Kereta Pasudan Selasa, 15 Juli 2014. Ulasan opini dengan sumber inspirasi rumus fisika.

P = F / A

Masih ingat dengan rumus itu? Tekanan, yang diwakili oleh P merupakan hasi pembagian antara gaya (F) dan luas penampang (A). Jika direnungi lebih dalam, rumus ini memberikan pemahaman begini..

Supaya kuat dalam menghadapi tekanan (P), maka kita harus memiliki luas penampang (A) yang kuat. Dalam hal ini luas penampang (A) mungkin bisa merefers kepada pijakan /pondasi yang kuat. Dalam Islam kita mengenal bangunan Islam dimana pondasinya adalah salimul akidah (akidah yang lurus). Akidah yang lurus ini yang membuat seseorang tidak mudah goyah, tahan bagaimanapun kuatnya tekanan yang diterima. Apapun tekanannya, jika hanya Allah yang menjadi sandaran hidup kita, In syaa Allah, kita akan memiliki daya tahan yang kuat.


Selanjutnya, kita mengenal rumus F = m x a maksudnya gaya (F) sebanding dengan massa (m) dan percepatan (a). Jadi, supaya kuat bekerja di bawah tekanan, massa tubuh kita harus dibuat bergerak, artinya dinamis, melakukan percepatan, respon cepat tanggap, dalam hal ini masuk aspek ruhul istijabah. Ruhul Istijabah artinya bersegera dalam menyambut seruan. Keimanan seseorang belum dikatakan sempurna kecuali jika mendengar panggilan Allah dan Rasul-Nya kita segera menyambut panggilan tersebut dengan senang hati dan penuh semangat, Al-Qur’an mengingatkan kita tentang hal itu “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasai antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan“. (AI-Anfal: 24 ).


Rumus lain dari gaya adalah F = m x g. Gaya (F) selain sebanding dengan percepatan, gaya sebanding juga dengan gaya gravitasi (g). Selain itu juga kita bergerak juga harus dapat mengimbangi gaya gravitasi bumi, disini dikedepankan prinsip keseimbangan atau tawadzun. Allah menciptakan alam semesta dengan seimbang, firman Allah “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Al Mulk: 3), dan menciptakan tubuh manusia dengan kekompleksannya namun tetap seimbang. “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu” (Al Infithaar: 7).

Prinsip tawadzun (seimbang), sangat diperlukan oleh kita sebagai insan yang muslim, tujuannya adalah agar kita tidak melakukan sesuatu hal yang berlebihan dan mengesampingkan hal-hal yang lain atau malah melupakannya, padahal hal yang dimaksud itu memiliki hak yang harus ditunaikan pada diri kita. Tawazun (seimbang) atas potensi yang kita miliki:
a. Ruhiyah (ruhani), didapatkan dengan rajin beribadah terutama yang wajib dan siempurnakan dengan sunah seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, bermuhasabah (instrospeksi diri), dan sebagainya.
b. Fikriyah (akal), dipenuhi dengan selalu belajar dan menuntut ilmu, apapun, dimanapun, dan kapanpun.. tentu saja ilmu yang positif baik itu berhubungan dengan dunia walaupun dengan akhirat..
c. Jasadiyah (jasmani), cara-cara memenuhinya dengan makan, minum, istirahat, berolah raga. Intinya yang mendukung fisik tetap sehat dan bugar.

Dengan memenuhi ketiga poin di atas, yaitu salimul akidah (memiliki akidah yang lurus), ruhul istijabah (bersegara dalam menyambut seruan), dan tawadzun (seimbang) dalam segala aspek kehidupan, In syaa allah kita akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan kokoh, tak tertandingi.. Andalah yang dicari selama ini....

»»  READMORE...

Selasa, 24 Juni 2014

UKA.. Karena engkau bukan sekedar teman biasa..


Bila bertemu karena harta, bila harta itu sudah habis terkuras, pertemuan akan tiada lagi.
Jika bersama karena status, bila status sudah berbeda, kebersamaan tak kan terjadi lagi.
Jika berkumpul karena kesamaan pikiran, bila timbul perbedaan, perkumpulan akan musnah.
Jika bersahabat karena kesamaan perasaan, bila muncul perbedaan, persahabatan akan mudah goyah.
Jika berjuang karena kesamaan tujuan, bila tujuan tlah bersebrangan, perjuangan akan setengah-setengah.
Jika bersatu karena nama, bila nama itu sudah tiada, persatuan akan hilang.
Jika beramal karena seseorang, bila seseorang tersebut telah tiada, amalan pun akan lenyap.
Namun, jika segalanya kita lakukan karena Allah, tiada apapun kecuali karena Allah, sungguh hidup ini akan jauh lebih indah dan tak lekang oleh masa..
Hidup akan indah jika segalanya karena Allah.
Dalam sakit teruji kesabaran.
Dalam ibadah dan perjuangan teruji keihklasan.
Dalam taqwa teruji keyakinan.
Dalam persaudaraan teruji ketulusan.
Persaudaraan bukan terletak pada banyaknya pertemuan.
Bukan pula pada manisnya ucapan.
Tetapi pada ingatan seseoranf terhadap saudaranya dalam setiap doa.


Beberapa bait di atas kudapatkan dari SMS seorang teman. Bait-bait itu membuat diri ini melakukan introspeksi diri.. bagaimana dengan tingkah polah yang telah ku lakukan selama ini..?

**Salah satu kisah tentang UKA

UKA.. engkau yang namanya hingga kini masih undetected.. semoga Allah senantiasa memberikan limpahan nikmat dan kasih sayangNya kepadamu..

UKA.. mungkin jika pernah nonton tanyangan dunia lain, pasti pernah dengar kata itu, UKA-UKA.. Yaah.. engkau mungkin mirip dengan makhluk itu.. tak terlihat namun Allah memberikan pertolonganNya melalui mu..

UKA.. kuucapkan jazaakumullaah khoiran katsiiraa atas kebaikanmu selama ini.. ada banyak sekali hal yang kudapat darimu, semuanya menginspirasiku hingga kini, aku menjadi sosok yang seperti sekarang..

UKA.. salah satu hal yang masih sangat jelas dan hingga kini terpatri dalam ingatanku adalah hadiah ulang tahun yang engkau berikan. Hadiah itu adalah satu-satunya hadiah yang sangat besar menurutku.. dan engkau tahu, aku sangat membutuhkannya.. saat itu aku tak pernah berpikir akan mendapatkan hadiah apapun darimu. Hingga suatu hari kubuka laci containerku dan kudapati ada kotak terbungkus kertas kado. Setelah kuumumkan ke seantero penduduk rumah, tak ada yang mengaku.. baiklah.. akhirnya kubuka kotak itu, dan sungguh surprise.. Handphone LG KP17 adalah isi dari kotak itu. Suasana hatiku saat itu sungguh senang bukan kepalang..



UKA.. Alhamdulillaah.. handphone itu telah menemani perjuanganku kurang lebih 5 tahun.. itu handphone terawet yang selama ini ku punya.. mungkin karena para UKA-UKA ini yang memberi dengan penuh perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan, sehingga handphone itu bisa bertahan lebih lama.

UKA.. Sekali lagi, aku sungguh berterima kasih kepadamu, handphone itu sungguh berharga. Aku berdoa, semoga pahala senantiasa mengalir dalam tabungan akhiratmu.. alhamdulillaah, handphone itu ku gunakan untuk hal-hal kebaikan.. ia teman kedua setelah dirimu, yang menemaniku saat aku sendiri baik ketika duduk, berjalan, tidur, maupun melakukan pekerjaan yang melelahkan. Handphone itu menghadirkan semangat luar biasa dalam hidupku, sumber motivasi, full inspirasi..

UKA.. kini, kuhaturkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Kini handphone itu tak bisa menemaniku. Mungkinkah cemburu menyertainya karena aku menduakannya? Ada saudara baru dengan fitur yang kecanggihannya melebihi dirinya, yang kini menjadi pusat perhatianku.. meski awalnya, handphone itu menjadi pengantar murojaah bahkan partner berbisnis.. tetapi karena perhatianku sepenuhnya tertuju pada saudaranya.. jadilah handphone itu tak bisa digunakan lagi..

UKA.. sekali lagi kuhaturkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf ku padamu.. engkau yang hingga kini masih misteri.. Kebaikanmu hingga kini terpatri dalam memori..

*****

Kisah itu sesi curhat.. dan ada banyak kisah lain yang mungkin lain kali bisa dituangkan dalam barisan kata-kata..

Btw.. Emang siapa sih UKA..?? Apa itu UKA..???

UKA.. Identitas ini kudaptkan dari seseorang dari Jember yang sebelumnya tidak kukenal. Pertemuan yang hanya beberapa jam saja, ia pun menghadiahkan sebuah gantungan kunci bertuliskan UKA, dengan background daun waru berwarna hijau. Identitas itu kini kusematkan dalam Al Qur’an favoritku.. itu supaya aku selalu teringat dengan mu, para UKA-UKA yang masyaa allah... supeer kereen, menularkan semangat dosisi tinggi, penuh inspirasi dan pengalaman yang tak habis walau digali..

Saat diberi identitas itu, aku juga kaget, lhoo. Ini siapa UKA? Apalagi ada lophe-lophe nya gitu.. emang siapa dia? Kenal aja enggak.. hmm.... penasaran.. aku pun bertanya, siapa itu UKA?

UKA.. Ukhuwah Karena Allah..

Sesuatu yang tidak biasa.. begitulah.. bait yang mengawali tulisan ini menjadi preambule yang tepat untuk menjelaskan apa itu UKA..

Ada banyak kisah ku dengan para UKA-UKA..
ia yang tak disangka menjadi perantara pertolongan Allah,
ia yang tak disangka menjadi pembuka pintu hatiku menyambut hidayah Allah.
Ia yang tak disangka menemani setiap fase kehidupan,
Ia yang tak disangka mengajarkan berbagai hal, berbagi pengalaman, bagaimana memberi sebelum menuntut, berpikir sebelum berbicara, tetap tenang dikala gundah, diam di saat emosi, serta bersahaja di atas kebenaran,
Ia yang tak disangka menyulutkan motivasi dosis tinggi hingga semangat itu terpatri hingga kini,
Ia yang tak disangka mendoakan segala kebaikan, hingga membuat perubahan pada diri..

Umar bin Khatab mengatakan, tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam selain saudara yang shaleh. Jika kalian merasakan kecintaan dari saudara kalian, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.



Beberapa kata-kata mutiara berikut ini yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang UKA..

“Kehidupan di dunia ini memberikan ribuan alasan kepada kita untuk merasa lelah, kecewa, marah, menderita, sakit hati, bahkan menangis. Tetapi hadirnya sahabat akan memberikan berjuta alasan untuk kita supaya tetap tegar menjalani semua fase kehidupan dengan tetap mengukir semyuman”

“ukhuwah itu tak kenal kesudahan. Ia mengiringimu dalam hiduo sebagai penyejuk, menyapamu dalam kesendirian yang melelahkan, dan menjagamu tetap dalam senyuman.”

“kekuatan ukhuwah adalah kuatnya persatuan dan kesatuan. Tak ada persatuan tanpa cinta kasih. Sedangkan derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari buruk sangka kepasa saudara. Dan yang paling tinggi tingkatannya adalah itsar, yaitu mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan pribadi. Dia merukunkan antar hati mereka, yang seandainya engkau belanjakan kekayaan bumi seluruhnya, niscaya engkau takkan mampu merukunkan antar hati di antara mereka, akan tetapi Allah merukunkan hati mereka. Simak surat 8:33.”

“ukhuwah adalah cinta yang mengalir melalui keimanan. Bersemi dengan upuk nasehat. Terawat dalam doa. Dan berbuah pertemuan di surga. Ukhuwah adalah menguatkan, menjaga, memperbaiki, memberi, menghilangkan kelalaian dan saling mengingatkan. Semoga Allah memperkokoh ikatan ukhuwah di antara kita.”

“meskipun sesaat, ukhuwah pun butuh jarak karena masing-masing hati butuh belajar untuk mandiri. Jarak mengajarkan kesetiaan karena jauh tak berarti lupa. Oleh karenanya jangan pernah luputkan seuntai doa tulus untuk menguatkan mereka, sahabat-sahabat terbaikdi jalanNya”

“ukhuwah itu degup penuh makna. Mengalir bersama aliran darah, berawankan keimanan dan keistiqomahan, yang tiap titisannya menembus keras prasangka dalam hati”

“seorang teman sejati akan membuatmu hangat akan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya, mengingatmu dalam doa-doanya, dan semoga pertemanan ini bisa mengantarkan kita menjadi oembela kebenaran dan menjadi perhiasan di kala senang serta menjadi perisai di kala susah.”

“rindu jika jauh, nasehati jika lalai, maafkan jika terluka. Alangkah indahnya ukhuwah karena Allah. Bukan suatu masalah besar jika ku tak punya harta atau pangkat di dunia. Tetapi akan menjadi masalah besar jika aku tak memilikimu sebagai saudara seiman tercinta.”

“indahnya langit malam tak selamanya, karena siang kan segera menyapa. Indahnya mawar juga tak kan seutuhnya karena ada duri yang bisa menyakiti. Namun, indahnya ukhuwah karena Allah akan selamanya terpatri.”

“Rasulullah bersabda: Sahabat yang paling baik adalah seseorang yang apabila kamu melihatnya, kamu akan ingat kepada Allah. Apabila kamu mendengar pembicaraannya, pengetahuan mengenai Islam bertambah, dan apabila melihat perbuatannya kamu teringat akhirat.”

“Perumpamaan orang mukmin dalam hal mencintai dan saling mengasihi saudaranya adalah bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota merasakan sakit, maka akan mengakibatkan seluruh anggota badan merasakan panas demam dan tidak bisa tidur”-hadits

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

Di akhir tulisan ini kuhaturkan doaku untukmu.. UKA..

Wahai Dzat yang memiliki cahaya di atas cahaya,
hadirkanlah cahaya mentariMU pada mata saudaraku, agar ia teguh senantiasa.
Rabb.. hadirkan rembulan sabitMU pada senyumnya, agar ia selalu ceria.
Rabb, hadirkan semilir bayuMU pada hembusnya angin sejuk yang menyelimutinya.
Ya Allah.. hadirkan kokohMU pada hatinya, agar ia yakin bahwa Engkau selalu ada melindunginya.
Yaa Rabbana.. pemilik seluruh nikmat, penawar segala dosa..
Kiranya Engkau berkenan menjaga semua kelakuan kami, kesucian lidah, serta pikiran kami, sehingga kami selalu berada di jalan lurusMU..
Yaa Rahman.. sejatinya jalan hidup ini kehendakMU,
Yaa Rahim.. jikalau semua telah tertulis, jadikanlah kami hamba yang paling bersyukur atas semua ini..
Yaa Lathif.. hiaskan hidup ini dengan jalan kelembutan yang mampu menghantarkan kami pada gerbang ketaqwaan..
Yaa Syahid.. sungguh Engkaulah satu-satunya Yang Maha Mengetahui apa yang terjadi hari ini dan esok, smoga kami menghadap Mu entah hari ini atau esok dalam keadaan khusnul khotimah..

+ DOA RABITHAH

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMU,
telah berjumpa dalam taat padaMU,
telah bersatu dalam dakwah padaMU,
telah berpadu dalam membela syari’atMU.
Kukuhkanlah, Ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMU yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMU dan
keindahan bertawakkal kepadaMU.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMU.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMU.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.


Selasa.24.06.2014.02.52

sumber: inspirasi dini hari dan kumpulan sms taujih dari sahabat UKA

»»  READMORE...

Kamis, 08 Mei 2014

Oleh-oleh malam mingguan di IBF Jogja

Oleh-oleh dari Jogja hasil menyimak bedah buku @IBFJogja. Meski hanya duduk beberapa menit, lumayanlah ada juga yg bisa didokumentasikan dalam memori..

Judul buku: Lebih baik dipaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka

1. Dunia itu nikmatnya enak sekali, tapi harus hati2.. adzabnya lama..

2. Hidup itu menentukan mati. Mati ditentukan hidup. Maka hiduplah dengan jalan yang baik supaya mati dalam keadaan baik pula..

3. Menunda itu suatu kerugian yang besar, karena dunia itu hanya sebentar. Maka segerakanlah selesaikan urusanmu, setelah selesai baru beralih ke urusan lainnya..

4. Hidup itu intinya berkarya.. berkarya.. berkarya saja.. Nanti urusan sukses atau tidaknya akan dijawab Allah swt.

5. Berkarya.. malasnya nanti saja...

6. Selalu huznudzan kepada Allah swt

7. Saat menegemudi, kita pasti membutuhkan spion untuk melihat bagaimana kondisi di belakang. Tapi tetap fokus berkendara dan lihat ke depan. Hidup itu.. ada kalanya melihat ke belakang. Saat itulah kita bisa melakukan instrospeksi diri. Namun, jangan terus lihat ke belakang.. Tetap siap siaga fokus pada sgala yang ada di depan mata.. Masa depan ada dalam genggaman tangan Anda

8. Gunakan ilmu tobat. Istighfar, taubatan nasuha. Kemudian berjanji tidak akan mengulangi. Dan.. sempurnakan dengan mengisi hidup penuh kebajikan..

***

"Lebih baik dipaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka"
Kamu mau yang mana???


Sabtu, 3 Mei 2014
»»  READMORE...

Selasa, 11 Maret 2014

Antara Kemarin, Hari Ini, dan Esok


Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin
Dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan untuk hari esok..

Bisa jadi, kenyataan yang kita dapatkan hari ini disebabkan oleh mimpi kita kemarin, termasuk mimpi-mimpi kita dulu. Baik sengaja maupun tidak, diucapkan, ditulis, atau bahkan hanya sekedar bayang-bayang dalam angan.. keinginan kita telah terekam oleh Dzat Yang Maha Mengetahui segala isi hati hamba-Nya..

Kenyataan kita hari ini, mungkin saja tidak kita kehendaki saat ini terjadi, karena keinginan itu diharapkan terjadi saat dahulu. Dan Allah baru menghendaki, keinginan itu terjadi hari ini.. Maka tetaplah bersyukur, karena doa dan harapan telah terkabul. Walau jauh dari harapan, tetapi tetaplah berpegang teguh pada Nya.. percaya bahwa Allah sebaik-baik sutradara kehidupan ini.. Sesuai dengan firman Allah, "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqoroh 216)

Kenyataan hari ini.. adalah hasil dari apa saja yang kita pikirkan dulu. Inilah yang menyebabkan kita harus senantiasa berpikir positif, huznudzon pada segala yang terjadi. Karena apa yang terjadi hari ini, hampir 99% dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits, "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku"

Maka, untuk menyongsong kenyataan esok.. mari senantiasa berpikir postif, bermimpi untuk menjadikan hidup kita, hidup Indonesia lebih baik..
»»  READMORE...
') }else{document.write('') } }