Assalamu'alaykum... Selamat datang di blog saya..

Muslimah

Muslimah

Sabtu, 27 Desember 2014

HUJANNT ITU...



HUJANNT ITU…

Bagiku, hujan itu sesuatu.. mungkin bagimu juga,,

Tulisan ini terinspirasi dari gambar skaligus status seorang sahabat.
Semalam memikirkannya, kalimat apa yang tepat sekiranya mewakili apa yang ada dalam pikiran dan hati untuk membalas status seorang sahabatku.
Dan akhirnya kudapatkan jawabannya.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ahaa.. Menjadi catatan penting bagi kita semua..
Meskipun kata dan tulisan yang terlalu alay, namun maknanya dalem lhoo.

Sebagaimana hujan yang Allah turunkan, ia hadir tidak dalam keadaan sendiri, tetapi berjamaah.
Satu tetes air tak kan dirasa hadirnya, meskipun diketahui adanya, namun dalam sekejap langsung terlupa.
Sebagaimana satu tetes air yang hadir menyapa barang-barang kita, hadirnya sekejap, disentuh langsung sirna.
Bagaimana dengan manfaatnya? Satu tetes air, tetap saja bermanfaat, tapi manfaatnya tak sebesar ketika ada banyak tetes air yang bersatu dalam volume tertentu.

Air, sebagaimana manusia, ia juga makhluk ciptaan Allah. Yang memberikan inspirasi dalam banyak hal. Salah satunya, hujan..
Hujan, ia turun tidak sendirian. Ia memberikan teladan bagaimana menghadirkan ukhuwah dalam berjamaah. Dan jamaah itu bernama hujan.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ukhuwah adalah saudara keimanan, dimana kekuatan ukhuwah akan menghasilkan kesolidan, persatuan, dan kesatuan.
Segalanya bermula dari rasa cinta, saling mengasihi dan menyayangi karena Allah.
Dimana tingkatan yang paling rendah dari ukhuwah adalah berlapang dada, dan yang tertinggi adalah itsar atau mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri.

Sebagaimana kisah mesra para sahabat Muhajirin dan Anshor yang diabadikan dalam Al Qur’an,

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS. Al Hasyr: 9)

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Ayat di atas telah menyebutkan, orang-orang yang beruntung. Itulah salah satu nikmat ukhuwah dalam berjamaah. Agar menjadi orang yang beruntung.

“Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfal: 62-63)

Allah yang memperkuat kita dengan pertolongan-Nya. Tak berhenti di situ, Allah menghadirkan orang-orang mukmin di sekeliling kita untuk memperkuat pribadi kita.

Dilanjut lagi, ukhuwah dalam berjamaah, nikmatnya melebihi kekayaan yang ada di bumi. Karena bukan kemiripan fisik, kesamaan hobi, sependapat dalam mengatur strategi, ataupun karena keinginan materi, yang bisa menyatukan hati.
Tetapi karena Allah-lah yang mempersatukan hati orang-orang mukmin.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Dari Abu Malik al Asy’ari ra, ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada beberapa orang yang bukan para nabi dan bukan syuhada, tetapi para nabi dan syuhada menginginkan kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepada kami, siapakah mereka itu?” Rasulullah saw bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan di antara mereka. Juga bukan karena hubungan kekerabatan di antara mereka. Juga bukan karena harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, wajah-wajah mereka adalah (seperti) cahaya dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut tatkala manusia ketakutan dan tidak bersedih hati tatkala manusia bersedih hati. Kemudian Rasulullah saw membaca (ayat) ” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.’” (QS Yunus: 62) (HR. Ahmad)

Wajah yang bercahaya, berada di atas cahaya. Tidak merasa takut, apalagi bersedih hati.
Itulah nikmah ukhuwah dalam berjamaah, membuat hati bersuka cita setiap hari, wajah sumringah, dan langkah yang ringan dalam bermuamalah.

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Dan sebagai penutup..

Allah swt berfirman, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS Al Anfal: 46)

Imam asy Syahid Hasan Al Banna mengatakan “Hendaklah kalian saling mencintai dengan sesame. Hendaklah kalian sangat peduli pada ikatan kalian, karena itulah rahasia kekuatan dan keberhasilanmu. Dan tetaplah tegar sehingga Allah memberikan keputusan dengan hak antara kalian dan kaummu. Dia adalah sebaik-baik Pemberi keputusan”.

Dan benar bahwa,

HUJANNT itu..

Hadirkan Ukhuwah dalam berJamaah Agar Nikmat Nambah Terus…

Semoga Ukhuwah ini senantiasa terjaga hingga kelak kita dipertemukan kembali di surga-Nya, In syaa Allah.

@JSR 1:26 AM 12/27/2014
»»  READMORE...

Minggu, 20 Juli 2014

Andakah yang dicari?? : Bisa bekerja di bawah tekanan



“Bisa bekerja di bawah tekanan” - Pernyataan tersebut seringkali ditemui hampir di semua lowongan pekerjaan. Sebenarnya apa sih indikatornya dan bagaimana diri ini bisa memenuhi kriteria tersebut? Tulisan ini hanya opini pribadi, inspirasinya didapat saat perjalanan menuju Surabaya di Kereta Pasudan Selasa, 15 Juli 2014. Ulasan opini dengan sumber inspirasi rumus fisika.

P = F / A

Masih ingat dengan rumus itu? Tekanan, yang diwakili oleh P merupakan hasi pembagian antara gaya (F) dan luas penampang (A). Jika direnungi lebih dalam, rumus ini memberikan pemahaman begini..

Supaya kuat dalam menghadapi tekanan (P), maka kita harus memiliki luas penampang (A) yang kuat. Dalam hal ini luas penampang (A) mungkin bisa merefers kepada pijakan /pondasi yang kuat. Dalam Islam kita mengenal bangunan Islam dimana pondasinya adalah salimul akidah (akidah yang lurus). Akidah yang lurus ini yang membuat seseorang tidak mudah goyah, tahan bagaimanapun kuatnya tekanan yang diterima. Apapun tekanannya, jika hanya Allah yang menjadi sandaran hidup kita, In syaa Allah, kita akan memiliki daya tahan yang kuat.


Selanjutnya, kita mengenal rumus F = m x a maksudnya gaya (F) sebanding dengan massa (m) dan percepatan (a). Jadi, supaya kuat bekerja di bawah tekanan, massa tubuh kita harus dibuat bergerak, artinya dinamis, melakukan percepatan, respon cepat tanggap, dalam hal ini masuk aspek ruhul istijabah. Ruhul Istijabah artinya bersegera dalam menyambut seruan. Keimanan seseorang belum dikatakan sempurna kecuali jika mendengar panggilan Allah dan Rasul-Nya kita segera menyambut panggilan tersebut dengan senang hati dan penuh semangat, Al-Qur’an mengingatkan kita tentang hal itu “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasai antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan“. (AI-Anfal: 24 ).


Rumus lain dari gaya adalah F = m x g. Gaya (F) selain sebanding dengan percepatan, gaya sebanding juga dengan gaya gravitasi (g). Selain itu juga kita bergerak juga harus dapat mengimbangi gaya gravitasi bumi, disini dikedepankan prinsip keseimbangan atau tawadzun. Allah menciptakan alam semesta dengan seimbang, firman Allah “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Al Mulk: 3), dan menciptakan tubuh manusia dengan kekompleksannya namun tetap seimbang. “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu” (Al Infithaar: 7).

Prinsip tawadzun (seimbang), sangat diperlukan oleh kita sebagai insan yang muslim, tujuannya adalah agar kita tidak melakukan sesuatu hal yang berlebihan dan mengesampingkan hal-hal yang lain atau malah melupakannya, padahal hal yang dimaksud itu memiliki hak yang harus ditunaikan pada diri kita. Tawazun (seimbang) atas potensi yang kita miliki:
a. Ruhiyah (ruhani), didapatkan dengan rajin beribadah terutama yang wajib dan siempurnakan dengan sunah seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, bermuhasabah (instrospeksi diri), dan sebagainya.
b. Fikriyah (akal), dipenuhi dengan selalu belajar dan menuntut ilmu, apapun, dimanapun, dan kapanpun.. tentu saja ilmu yang positif baik itu berhubungan dengan dunia walaupun dengan akhirat..
c. Jasadiyah (jasmani), cara-cara memenuhinya dengan makan, minum, istirahat, berolah raga. Intinya yang mendukung fisik tetap sehat dan bugar.

Dengan memenuhi ketiga poin di atas, yaitu salimul akidah (memiliki akidah yang lurus), ruhul istijabah (bersegara dalam menyambut seruan), dan tawadzun (seimbang) dalam segala aspek kehidupan, In syaa allah kita akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan kokoh, tak tertandingi.. Andalah yang dicari selama ini....

»»  READMORE...

Selasa, 24 Juni 2014

UKA.. Karena engkau bukan sekedar teman biasa..


Bila bertemu karena harta, bila harta itu sudah habis terkuras, pertemuan akan tiada lagi.
Jika bersama karena status, bila status sudah berbeda, kebersamaan tak kan terjadi lagi.
Jika berkumpul karena kesamaan pikiran, bila timbul perbedaan, perkumpulan akan musnah.
Jika bersahabat karena kesamaan perasaan, bila muncul perbedaan, persahabatan akan mudah goyah.
Jika berjuang karena kesamaan tujuan, bila tujuan tlah bersebrangan, perjuangan akan setengah-setengah.
Jika bersatu karena nama, bila nama itu sudah tiada, persatuan akan hilang.
Jika beramal karena seseorang, bila seseorang tersebut telah tiada, amalan pun akan lenyap.
Namun, jika segalanya kita lakukan karena Allah, tiada apapun kecuali karena Allah, sungguh hidup ini akan jauh lebih indah dan tak lekang oleh masa..
Hidup akan indah jika segalanya karena Allah.
Dalam sakit teruji kesabaran.
Dalam ibadah dan perjuangan teruji keihklasan.
Dalam taqwa teruji keyakinan.
Dalam persaudaraan teruji ketulusan.
Persaudaraan bukan terletak pada banyaknya pertemuan.
Bukan pula pada manisnya ucapan.
Tetapi pada ingatan seseoranf terhadap saudaranya dalam setiap doa.


Beberapa bait di atas kudapatkan dari SMS seorang teman. Bait-bait itu membuat diri ini melakukan introspeksi diri.. bagaimana dengan tingkah polah yang telah ku lakukan selama ini..?

**Salah satu kisah tentang UKA

UKA.. engkau yang namanya hingga kini masih undetected.. semoga Allah senantiasa memberikan limpahan nikmat dan kasih sayangNya kepadamu..

UKA.. mungkin jika pernah nonton tanyangan dunia lain, pasti pernah dengar kata itu, UKA-UKA.. Yaah.. engkau mungkin mirip dengan makhluk itu.. tak terlihat namun Allah memberikan pertolonganNya melalui mu..

UKA.. kuucapkan jazaakumullaah khoiran katsiiraa atas kebaikanmu selama ini.. ada banyak sekali hal yang kudapat darimu, semuanya menginspirasiku hingga kini, aku menjadi sosok yang seperti sekarang..

UKA.. salah satu hal yang masih sangat jelas dan hingga kini terpatri dalam ingatanku adalah hadiah ulang tahun yang engkau berikan. Hadiah itu adalah satu-satunya hadiah yang sangat besar menurutku.. dan engkau tahu, aku sangat membutuhkannya.. saat itu aku tak pernah berpikir akan mendapatkan hadiah apapun darimu. Hingga suatu hari kubuka laci containerku dan kudapati ada kotak terbungkus kertas kado. Setelah kuumumkan ke seantero penduduk rumah, tak ada yang mengaku.. baiklah.. akhirnya kubuka kotak itu, dan sungguh surprise.. Handphone LG KP17 adalah isi dari kotak itu. Suasana hatiku saat itu sungguh senang bukan kepalang..



UKA.. Alhamdulillaah.. handphone itu telah menemani perjuanganku kurang lebih 5 tahun.. itu handphone terawet yang selama ini ku punya.. mungkin karena para UKA-UKA ini yang memberi dengan penuh perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan, sehingga handphone itu bisa bertahan lebih lama.

UKA.. Sekali lagi, aku sungguh berterima kasih kepadamu, handphone itu sungguh berharga. Aku berdoa, semoga pahala senantiasa mengalir dalam tabungan akhiratmu.. alhamdulillaah, handphone itu ku gunakan untuk hal-hal kebaikan.. ia teman kedua setelah dirimu, yang menemaniku saat aku sendiri baik ketika duduk, berjalan, tidur, maupun melakukan pekerjaan yang melelahkan. Handphone itu menghadirkan semangat luar biasa dalam hidupku, sumber motivasi, full inspirasi..

UKA.. kini, kuhaturkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Kini handphone itu tak bisa menemaniku. Mungkinkah cemburu menyertainya karena aku menduakannya? Ada saudara baru dengan fitur yang kecanggihannya melebihi dirinya, yang kini menjadi pusat perhatianku.. meski awalnya, handphone itu menjadi pengantar murojaah bahkan partner berbisnis.. tetapi karena perhatianku sepenuhnya tertuju pada saudaranya.. jadilah handphone itu tak bisa digunakan lagi..

UKA.. sekali lagi kuhaturkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf ku padamu.. engkau yang hingga kini masih misteri.. Kebaikanmu hingga kini terpatri dalam memori..

*****

Kisah itu sesi curhat.. dan ada banyak kisah lain yang mungkin lain kali bisa dituangkan dalam barisan kata-kata..

Btw.. Emang siapa sih UKA..?? Apa itu UKA..???

UKA.. Identitas ini kudaptkan dari seseorang dari Jember yang sebelumnya tidak kukenal. Pertemuan yang hanya beberapa jam saja, ia pun menghadiahkan sebuah gantungan kunci bertuliskan UKA, dengan background daun waru berwarna hijau. Identitas itu kini kusematkan dalam Al Qur’an favoritku.. itu supaya aku selalu teringat dengan mu, para UKA-UKA yang masyaa allah... supeer kereen, menularkan semangat dosisi tinggi, penuh inspirasi dan pengalaman yang tak habis walau digali..

Saat diberi identitas itu, aku juga kaget, lhoo. Ini siapa UKA? Apalagi ada lophe-lophe nya gitu.. emang siapa dia? Kenal aja enggak.. hmm.... penasaran.. aku pun bertanya, siapa itu UKA?

UKA.. Ukhuwah Karena Allah..

Sesuatu yang tidak biasa.. begitulah.. bait yang mengawali tulisan ini menjadi preambule yang tepat untuk menjelaskan apa itu UKA..

Ada banyak kisah ku dengan para UKA-UKA..
ia yang tak disangka menjadi perantara pertolongan Allah,
ia yang tak disangka menjadi pembuka pintu hatiku menyambut hidayah Allah.
Ia yang tak disangka menemani setiap fase kehidupan,
Ia yang tak disangka mengajarkan berbagai hal, berbagi pengalaman, bagaimana memberi sebelum menuntut, berpikir sebelum berbicara, tetap tenang dikala gundah, diam di saat emosi, serta bersahaja di atas kebenaran,
Ia yang tak disangka menyulutkan motivasi dosis tinggi hingga semangat itu terpatri hingga kini,
Ia yang tak disangka mendoakan segala kebaikan, hingga membuat perubahan pada diri..

Umar bin Khatab mengatakan, tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam selain saudara yang shaleh. Jika kalian merasakan kecintaan dari saudara kalian, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.



Beberapa kata-kata mutiara berikut ini yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang UKA..

“Kehidupan di dunia ini memberikan ribuan alasan kepada kita untuk merasa lelah, kecewa, marah, menderita, sakit hati, bahkan menangis. Tetapi hadirnya sahabat akan memberikan berjuta alasan untuk kita supaya tetap tegar menjalani semua fase kehidupan dengan tetap mengukir semyuman”

“ukhuwah itu tak kenal kesudahan. Ia mengiringimu dalam hiduo sebagai penyejuk, menyapamu dalam kesendirian yang melelahkan, dan menjagamu tetap dalam senyuman.”

“kekuatan ukhuwah adalah kuatnya persatuan dan kesatuan. Tak ada persatuan tanpa cinta kasih. Sedangkan derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari buruk sangka kepasa saudara. Dan yang paling tinggi tingkatannya adalah itsar, yaitu mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan pribadi. Dia merukunkan antar hati mereka, yang seandainya engkau belanjakan kekayaan bumi seluruhnya, niscaya engkau takkan mampu merukunkan antar hati di antara mereka, akan tetapi Allah merukunkan hati mereka. Simak surat 8:33.”

“ukhuwah adalah cinta yang mengalir melalui keimanan. Bersemi dengan upuk nasehat. Terawat dalam doa. Dan berbuah pertemuan di surga. Ukhuwah adalah menguatkan, menjaga, memperbaiki, memberi, menghilangkan kelalaian dan saling mengingatkan. Semoga Allah memperkokoh ikatan ukhuwah di antara kita.”

“meskipun sesaat, ukhuwah pun butuh jarak karena masing-masing hati butuh belajar untuk mandiri. Jarak mengajarkan kesetiaan karena jauh tak berarti lupa. Oleh karenanya jangan pernah luputkan seuntai doa tulus untuk menguatkan mereka, sahabat-sahabat terbaikdi jalanNya”

“ukhuwah itu degup penuh makna. Mengalir bersama aliran darah, berawankan keimanan dan keistiqomahan, yang tiap titisannya menembus keras prasangka dalam hati”

“seorang teman sejati akan membuatmu hangat akan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya, mengingatmu dalam doa-doanya, dan semoga pertemanan ini bisa mengantarkan kita menjadi oembela kebenaran dan menjadi perhiasan di kala senang serta menjadi perisai di kala susah.”

“rindu jika jauh, nasehati jika lalai, maafkan jika terluka. Alangkah indahnya ukhuwah karena Allah. Bukan suatu masalah besar jika ku tak punya harta atau pangkat di dunia. Tetapi akan menjadi masalah besar jika aku tak memilikimu sebagai saudara seiman tercinta.”

“indahnya langit malam tak selamanya, karena siang kan segera menyapa. Indahnya mawar juga tak kan seutuhnya karena ada duri yang bisa menyakiti. Namun, indahnya ukhuwah karena Allah akan selamanya terpatri.”

“Rasulullah bersabda: Sahabat yang paling baik adalah seseorang yang apabila kamu melihatnya, kamu akan ingat kepada Allah. Apabila kamu mendengar pembicaraannya, pengetahuan mengenai Islam bertambah, dan apabila melihat perbuatannya kamu teringat akhirat.”

“Perumpamaan orang mukmin dalam hal mencintai dan saling mengasihi saudaranya adalah bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota merasakan sakit, maka akan mengakibatkan seluruh anggota badan merasakan panas demam dan tidak bisa tidur”-hadits

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

Di akhir tulisan ini kuhaturkan doaku untukmu.. UKA..

Wahai Dzat yang memiliki cahaya di atas cahaya,
hadirkanlah cahaya mentariMU pada mata saudaraku, agar ia teguh senantiasa.
Rabb.. hadirkan rembulan sabitMU pada senyumnya, agar ia selalu ceria.
Rabb, hadirkan semilir bayuMU pada hembusnya angin sejuk yang menyelimutinya.
Ya Allah.. hadirkan kokohMU pada hatinya, agar ia yakin bahwa Engkau selalu ada melindunginya.
Yaa Rabbana.. pemilik seluruh nikmat, penawar segala dosa..
Kiranya Engkau berkenan menjaga semua kelakuan kami, kesucian lidah, serta pikiran kami, sehingga kami selalu berada di jalan lurusMU..
Yaa Rahman.. sejatinya jalan hidup ini kehendakMU,
Yaa Rahim.. jikalau semua telah tertulis, jadikanlah kami hamba yang paling bersyukur atas semua ini..
Yaa Lathif.. hiaskan hidup ini dengan jalan kelembutan yang mampu menghantarkan kami pada gerbang ketaqwaan..
Yaa Syahid.. sungguh Engkaulah satu-satunya Yang Maha Mengetahui apa yang terjadi hari ini dan esok, smoga kami menghadap Mu entah hari ini atau esok dalam keadaan khusnul khotimah..

+ DOA RABITHAH

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMU,
telah berjumpa dalam taat padaMU,
telah bersatu dalam dakwah padaMU,
telah berpadu dalam membela syari’atMU.
Kukuhkanlah, Ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMU yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMU dan
keindahan bertawakkal kepadaMU.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMU.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMU.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.


Selasa.24.06.2014.02.52

sumber: inspirasi dini hari dan kumpulan sms taujih dari sahabat UKA

»»  READMORE...

Kamis, 08 Mei 2014

Oleh-oleh malam mingguan di IBF Jogja

Oleh-oleh dari Jogja hasil menyimak bedah buku @IBFJogja. Meski hanya duduk beberapa menit, lumayanlah ada juga yg bisa didokumentasikan dalam memori..

Judul buku: Lebih baik dipaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka

1. Dunia itu nikmatnya enak sekali, tapi harus hati2.. adzabnya lama..

2. Hidup itu menentukan mati. Mati ditentukan hidup. Maka hiduplah dengan jalan yang baik supaya mati dalam keadaan baik pula..

3. Menunda itu suatu kerugian yang besar, karena dunia itu hanya sebentar. Maka segerakanlah selesaikan urusanmu, setelah selesai baru beralih ke urusan lainnya..

4. Hidup itu intinya berkarya.. berkarya.. berkarya saja.. Nanti urusan sukses atau tidaknya akan dijawab Allah swt.

5. Berkarya.. malasnya nanti saja...

6. Selalu huznudzan kepada Allah swt

7. Saat menegemudi, kita pasti membutuhkan spion untuk melihat bagaimana kondisi di belakang. Tapi tetap fokus berkendara dan lihat ke depan. Hidup itu.. ada kalanya melihat ke belakang. Saat itulah kita bisa melakukan instrospeksi diri. Namun, jangan terus lihat ke belakang.. Tetap siap siaga fokus pada sgala yang ada di depan mata.. Masa depan ada dalam genggaman tangan Anda

8. Gunakan ilmu tobat. Istighfar, taubatan nasuha. Kemudian berjanji tidak akan mengulangi. Dan.. sempurnakan dengan mengisi hidup penuh kebajikan..

***

"Lebih baik dipaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka"
Kamu mau yang mana???


Sabtu, 3 Mei 2014
»»  READMORE...

Selasa, 11 Maret 2014

Antara Kemarin, Hari Ini, dan Esok


Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin
Dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan untuk hari esok..

Bisa jadi, kenyataan yang kita dapatkan hari ini disebabkan oleh mimpi kita kemarin, termasuk mimpi-mimpi kita dulu. Baik sengaja maupun tidak, diucapkan, ditulis, atau bahkan hanya sekedar bayang-bayang dalam angan.. keinginan kita telah terekam oleh Dzat Yang Maha Mengetahui segala isi hati hamba-Nya..

Kenyataan kita hari ini, mungkin saja tidak kita kehendaki saat ini terjadi, karena keinginan itu diharapkan terjadi saat dahulu. Dan Allah baru menghendaki, keinginan itu terjadi hari ini.. Maka tetaplah bersyukur, karena doa dan harapan telah terkabul. Walau jauh dari harapan, tetapi tetaplah berpegang teguh pada Nya.. percaya bahwa Allah sebaik-baik sutradara kehidupan ini.. Sesuai dengan firman Allah, "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqoroh 216)

Kenyataan hari ini.. adalah hasil dari apa saja yang kita pikirkan dulu. Inilah yang menyebabkan kita harus senantiasa berpikir positif, huznudzon pada segala yang terjadi. Karena apa yang terjadi hari ini, hampir 99% dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits, "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku"

Maka, untuk menyongsong kenyataan esok.. mari senantiasa berpikir postif, bermimpi untuk menjadikan hidup kita, hidup Indonesia lebih baik..
»»  READMORE...

Selasa, 31 Desember 2013

2013.. bulan yang paling istimewa: November

November 2013..
menurutku, bulan ini yang paling istimewa di antara bulan-bulan lainnya di tahun Masehi.
bulan yang ku tunggu-tunggu.. ada banyak moment berharga yang penuh tantangan dan full pengalaman..

November 2013..
tepat di bulan ini, tahun baru Islam 1435 Hijriyah.
momentum hijrahnya umat Islam. Momentum tepat untuk muhasabah dan mengukir target di 1435 Hijriyah...

November 2013..
tiap pekannya, penuh perjalanan.. ada banyak kisah yang telah terukir.
Bertemu dan berkenalan dengan banyak orang baru. Mereka yang membuaku takjub, menginspirasi tiada henti.

November 2013..
aku dipertemukan dengan seorang wanita yang tiada pernah terbersit dalam benakku, bisa mengobrol santai dengan beliau. Bahkan, dekat dan akrab layaknya seorang teman.
Kiprahnya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, tak menyurutkan langkahnya tuk mengabdi pada bangsa dan agama. Di sela-selanya menngelola banyak hal, beliau masih sempat belajar bela diri dan air soft gun. Malah berani duel dan bertanding dengan istri TNI.. Waah,,, supeer laah belaiu ini...

November 2013..
aku diijinkan Allah untuk mencoret salah satu mimpiku, menginjakkan kaki di tiang penyangga bumi. Maha Besar Allah atas segala cipta dan Kuasa-Nya. Meski belum mencapai puncak tertinggi, bagiku tak apa, karena bukan ini yang kucari. Tetapi esensi apa yang aku dapatkan dalam perjalanan kali ini..

November 2013..
bersama teman-teman belajar mengelola sebuah kegiatan olimpiade. Sungguh belajar banyak hal. Profesional. Disiplin. Cekatan. Dan bekerja cerdas. Alhamdulillaah.. aku bisa menikmati suasana alam yang menakjubkan. Permadani alam, hijau yang terhampar, menyegarkan dipandang mata. Bromo, Penanggungan, Arjuno.. gunung-gunung yang ingin kutaklukan. Kali ini hanya ku lihat papan namanya saja. Karena nama-nama itu tertancap dalam dinding hotel.. Hmm.. berdoa.. smoga sgera bisa tercapai misi penaklukanku..

November 2013..
sekali lagi mengelola kegiatan training. Kali ini lebih santai. Tetapi, menaklukan hati orang dewasa lebih susah daripada menakulkan hati para remaja. Banyak belajar dari mereka., Ada yang antusias, dan saya acungi jempol.. Ada juga yang makan gaji buta, padahal mereka makan uang rakyat. Doaku untuk mereka, smoga Engkau membukakan pintu hati mereka sehingga meskipun tidak mengikuti sesi training, produktivitas kinerjanya semakin meningkat.

November 2013..
habislah aku dikeroyok orang dewasa.. Zzz... habis karena diledekin, maklum masih jomblo, jadilah aku sasaran empuk beliau-beliau supaya gak ngantuk dalam perjalanan..
Alhamdulillaah,,. benteng hati sudah kuat.. pertahanan tak lagi goyah.. jadi bagaimana pun.. kebal lah sudah... Alhamdulillaahnya.. di akhir.. masih sempat makan bakso rame-rame.. hehehe....

November 2013..
sungguh luar biasa pengalamanku.. terima kasih Allah yang telah memberikan kesempatan untuk mengukir cerita dan menapakkan jejak langkahku di setiap tempat tersebut.
»»  READMORE...

Fenomena Ghadul Bashar -Menundukkan Pandangan


Senangnya akhir-akhir ini, fenomena menundukkan pandangan mudah sekali di jumpai..
Klo dulu, mata pada jelalatan, tengok sana-sini..

Sekarang, lebih banyak yang menunduk…
Bagaimana bisa??

Kecanggihan teknologilah yang mampu mengalihkan dunia nyata
Adanya PC, Notebook, BB, android, gadget, dsb.
Inilah yang menjadi penyebab, mata orang cenderung melihat ke bawah dari pada jelalatan.

Senangnya… syukur tiada henti,, karena lebih aman dan nyaman.
Sy berusaha huznudzon, mereka menundukkan pandangan karena melakukan hal2 positif, mungkin mengaji lewat gadget/android, atau membaca berita, dsb.

Tapi.. Mungkin bisa jadi, pembahasan yang dilihat sekilas di dunia nyata, ternyata rame di dunia maya. Comment sana-sini, membahas foto, gossip, dsb..
Naudzubillaah…

Dan sejatinya, ghadul bashar (menundukkan pandangan) tidak hanya ketika kita melihat sesuatu secara nyata saja. Gambar/foto pun, jika tak layak kita lihat, menjadi keharusan untuk tetap ghadul bashar..

Semoga kecanggihan teknologi semakin membawa kita pada kebajikan bukan kebatilan..
Istiqomah ghadul bashar..!!!
»»  READMORE...

Senin, 09 Desember 2013

Cara Khatam Qur'an by Ust Solikhin Abu Izzudin

Tweps, ada cara #khatamQuran cepat yg bisa kita praktekkan di hari hari kita yg sibuk.

Utsman bin Affan, "Kalau hati itu bersih maka dia tidak pernah merasa bosan untuk membaca AlQuran. Kunci #khatamQuran adl hati yg bersih

Agar hati bersih, fokus, konsen, khusyu, maka baca ta'awudz agar terjauh dari gangguan. Siapkan hati dan niatkan utk #khatamQuran

Gangguan seperti Hape diantisipasi sejak dini agar saat baca nanti tidak tergoda SMS sana sini. Jauhkan pengganggu utk bisa #khatamQuran

Sediakan waktu khusus untuk menunggu waktu2 shalat, krn menunggunya dihitung shalat berjamaah dlm keutamaannya. Siap diri #khatamQuran

Antara satu sholat, Magrib Isya' misal, bisa baca 1-2 juz. Bila bisa konsisten insya Allah cepat #khatamQuran . Maka biasakan datang awal

Antara maghrib Isya bisa shalat 6 rekaat yg pahalanya seperti shalat 12 tahun. Baca buku Tarbiah Ruhiah Nashih Ulwan. Siap #khatamQuran

Biasanya kalau baca sambil duduk cepat ngantuk, iy kan? Nah bacalah Qur'an sambil berdiri dlm shalat agar segera #khatamQuran

Dengan berdiri pahala baca Qur'an 100 kebaikan, nah kalau di masjid Nabawi x 1000 kali. Hitung saja sendiri pahala #khatamQuran

Nah, di masjid selain Nabawi, minimal 100 kebaikan kita dapatkan bila dibaca dalam shalat. Gunakan Qur'an kecil sambil berdiri #khatamQuran

Atau Qur'an yg Super Besar didepan untuk dibaca sambil berdiri #khatamQuran saat shalat Sunnah. Berarti makin banyak pahala shalat+Qur'an

Nah, saatnya kita memulai fokuskan diri perbanyak #khatamQuran agar semakin cepat hafal Qur'an. Spt ustadz yg sepuh bc pakai Qur'an Jumbo

Kuncinya kita niatkan dan fokus sehingga muncul cara segar dan syar'i untuk menjadi Generasi Qur'ani yg sering #khatamQuran dan hafal+ngamal

Umar bin Abdul Aziz selalu sedia Qur'an di ruang kerjanya utk sering baca Qur'an agar tdk digolongkan orang yg melalaikan Qur'an

Nah bila sudah sering #khatamQuran kita bisa segera naik kelas menjadi Hafidz Qur'an insya Allah. Mari bareng2 kita mulai, hijrahkan diri!

Banyak kiat sukses tersedia, itu tidak ada artinya kalau kita memulai sukses dari diri kita. Nah Sukses #khatamQuran mari kita mulai

Di Raudhatul Ulum Sakatiga saat saya ikutan makmum QL di sana, 4 rekaat QL bisa 1 juz #khatamQuran

Bahkan ada ustadz yang shalat 2 rekaat langsung bisa #khatamQuran 1 juz sambil berdiri dalam shalat. Ikhwah Jakarta 2 juz dalam kemacetan

Nah macet bisa Full Barokah bila sudah sedia wudhu dan siap #khatamQuran dalam perjalanan atau saat antri ...

Seorang ulama, pergi meninggalkan muridnya sebentar utk sebuah keperluan. Ketika datang berkata, Dalam perjalanan tadi sy #khatamQuran 1 juz

»»  READMORE...

Jumat, 25 Oktober 2013

Panas Berkeringat? Jadi lebih Sehat, Taat, & Bersyukur Atas Segala Nikmat

Nikmat panas ini,
mungkin sebagian besar manusia merasa dirugikan,
namun, ada juga yang bersyukur tiada henti atas nikmat ini..
mereka yang memang membutuhkan matahari
sebagai makhluk yang turut berkontribusi dalam kesuksesan mata pencaharian mereka.
Mereka adalah para penambak garam, pengolah ikan asin dan krupuk,
pengusaha laundry, pengusaha batik, petani jagung, dan sebagainya.


Bisa jadi, suhu yang kian tinggi akhir-akhir ini,
juga merupakan bentuk peringatan sekaligus teguran Allah,
sekaligus ajang latihan.... *yang ini agak sereman..
Ingat, nanti ketika hari kiamat,
matahari tepat berada sejengkal di atas kepala kita..
Jika sekarang jarak matahari dan bumi saat ini masih 150juta km
tapi panasnya sudah begini.. bagaimana jadinya nanti..?jika jaraknya hanya sejengkal..??


Oleh karena itu,
kali ini Allah memberikan kesempatan kepada kita semua,
untuk merasakan sensasi panas yang lebih hebat nan dahsyat,
memeras keringat lebih banyak,
supaya lebih sehat,
supaya lebih ingat,
supaya lebih taat,
dan bersyukur atas segala nikmat..

apapun yang terjadi.. tetaplah bersemangaat kawaan,...


catatan di akhir musim kemarau 2013
»»  READMORE...

Rabu, 14 Agustus 2013

Mengeluh Karena Kaki? Mari Instrospeksi Dari Kisah Berikut Ini

Bukan teguran yang ku dapat, melainkan motivasi yang membuat diri lebih banyak bersyukur dan instrospkesi diri.

Bulan Ramadhan tahun ini meninggalkan banyak cerita. Salah dua cerita yang tak kan pernah terluka adalah tepat ketika malam ke tiga Ramadhan dan Ramadhan kurang tiga malam lagi, peristiwa ini terjadi. Kisah pertama, kaki dicium roda mobil dan kisah kedua, atraksi mencium aspal. Jadinya Ramadhan kali ini, tak hanya berusaha totalitas sujud mencium tempat sujud. Tapi Allah memberikan kesempatan untuk mencium aspalnya jalanan. Hehehe... daan.. Anggota badan yang menjadi korban agak parah adalah telapak kaki kanan. Bersyukurnya masi berlipat-lipat, karena hanya kaki saja yang agak parah, yang lainnya Alhamdulillaah baik. Selain itu, Alhamdulillaah.. kaki masih utuh, hanya bertambah parah, karena luka musibah pertama belum sembuh dan dihajar dengan luka berikutnya.

Kaki, walau bukan anggota badan yang sakral, tapi penting juga untuk membantu mobilitas kita sehari-hari. Kaki, anggota badan yang digunakan untuk berpijak, berjalan, berlari, menendang, mendaki, dsb. Jika kaki udah cenut-cenut, rasanya aktivitas yang sehari-hari dilakukan kurang optimal. Sholat jadi kurang sempurna karena duduk iftirasy dan tasyahud tak sempurna. Wudhu, kurang sreg akibat kaki tak terbasuh utuh hingga mata kaki.
Naah.. tepat di hari ke dua Syawal. Allah memberikan motivasi tersendiri untukku yang sedang bermasalah dengan kaki. Membaca artikel yang berjudul “Agar Cinta Tetap Membara” dalam buku Cinta Di Atas Cinta karya Ustadz Hamy. Pembuka artikel tersebut begini:

Magrib itu di Masjid Al Falah Surabaya, saya shalat tepat di belakang seorang jamaah yang tiap Magrib senantiasa berada di shaf paling depan. Seperti biasa ia tampak begitu menikmati shalatnya. Yang membuat saya begitu kagum, ia berdiri hanya dengan satu kakinya. Ia tidak mau menghadap Allah dengan duduk walaupun diperbolehkan oleh Islam karena kaki sebelah kanan beliau invalid. Saya yakin di dalam dadanya ada bara cinta kepada Allah yang selalu menyala.

Beliau mengingatkan saya kepada seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Amru bin Jamuh ra. Seorang sahabat dengan kaki invalid yang hatinya senantiasa dipenuhi api cinta kepada Allah yang terus membara. Sesaat menjelang perang Uhud, Amru bergegas menemui Rasulullah saw untuk diijinkan berperang. Beliau berkta, “Ya Rasulullah, sebagaimana saat perang Badar, putra-putraku kali ini juga hendak menghalangiku pergi berjihad bersama Anda. Kalau tidak karena surga tentu saya tidak akan bertengkar dengan mereka. Demi Allah, saya amat beharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga.” Karena permohonan Amru yang penuh dengan ketulusan dan kesungguhan, Rasulullah saw akhirnya mengijinkannya untuk ikut berjihad. Bahkan Rasulullah melantunkan do’a untuknya, “Ya Allah masukkanlah dia ke dalam surga dengan kakinya yang pincang.
”

Kedua kisah tersebut sungguh membuat hati malu karena penderitaan sakit yang kurasa belum seberapa dibandingkan dengan mereka. Alangkah malunya diri ini, jika ibadah dengan kaki yang utuh saja masih kalah dengan mereka yang kakinya invalid. Jadi teringat juga seorang adik kecil, usianya kira-kira 10 tahun. Kakinya invalid, tapi semangat banget ikut longmarch. Padahal, jalan dengan bantuan krek itu membutuhkan usaha yang lebih besar dari pada berjalan dengan kaki sendiri.

Jadi, dengan kaki utuh yang kita miliki saat ini, meski cenut-cenut atau perih karena luka, kita musti banyak-banyak bersyukur. Selain dengan membasahi bibir dengan dzkikrullah, juga menggunakan kaki seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas kebajikan, mumpung kaki ini belum diambil oleh yang Maha Empunya Segalanya. Jika sahabat Amru bin Jamuh ra saja masih bersemngat ikut berperang dan bisa masuk ke surga dengan kaki yang invalid. Lalu bagaimana dengan kita?

Sedikit kutipan puisi dan lagu yang cocok untuk menyemangati jiwa, jika sedang sakit:

“.... Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang perih pedih ...”
(Aku, Chairil Anwar)

“Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan bersiap-sigalah” (Jejak, Izzatul Islam)

»»  READMORE...

Minggu, 11 Agustus 2013

BABAK KOMPETISI (1): AKU TIDAK BOLEH KALAH DENGAN ANAK SD

Sephy: "Hai Adek, kamu kelas berapa?" (menyapa anak laki2 yang berbaju merah)

Anak 1: "..." (tidak menjawab karena malu2 sambil asyik meneruskan minum, rupanya gelas minumnya lebih menarik hatinya daripada menjawab pertanyaanku)

Ummi: "Mas, minumnya jangan banyak2, minuman itu ndak baik bagi kesehatan", (sambil menunjuk gelas yang berisi minuman warna merah yang bernama bxxxxxa)

Anak 1: "Aaah.. gak papa Ummi, mumpung gratis.."

Ummi: "Mas.. ditanya sama amah itu lho.. kelas berapa?"

Anak 1: "..." (masih tidak ada respon karena asyik dengan gelas di tangannya)

Ummi: "Mas Reza ini kelas lima amah"

Sephy: "Kalau yang itu Bu?" (sambil menunjuk anak laki2 yang berbaju kuning)

Ummi: "Kalau yang itu anak kedua, kelas empat"

Abi: : "Mas.. ini mumpung ada amah, ayok.. tasmi' juz 29 sama amah" (sambil mengayunkan tangan pada anak pertama)

Sephy: "....." (menelan ludah tanpa bisa berkata apa2, lha wong juz 29 masih halaman 7, itu pun belum lancar) "Haduuh.. grogi duluan nih.. koq bisa tau ya Bapak itu kalau saya .... “ (berkata dalam hati)

Anak 1: (dengan malu2) "Aaah.. nanti saja Abi"

Anak 2: "Abi.. aku mau, aku sudah surat Al Mulk"

Abi: "yaah.. koq masih surat Al Mulk? jangan mulek2 di surat Al Mulk, ya" (sambil melanjutkan perbincangan kepada sang anak dan selanjutnya berbicara dengan saya) "anak-anak ini Alhamdulillah sudah sampai di juz 29. Selesai Al Mulk, lanjut ke surat Al Qolam (Nuun), tapi berhenti di situ dan belum tambah-tambah hafalannya"

***

W O W ... Subhanallaah.. begitulah cara Allah memberikan motivasi kepada saya. CaraNya selalu mengena di hati, merasuk hingga sumsum dan sanubari. Mengendap dalam alam bawah sadar dan selanjutnya menimbulkan tekad: "AKU TIDAK BOLEH KALAH DENGAN ANAK SD"

Realitanya, hingga kini saya memang masih belum ada gairah untuk menghafal lagi. Namun, karena sentilan inilah yang membuat adrenalin saya kembali terpacu, yaa.. menambah hafalan.

Kemudian, saya mencoba memuhasabah diri, mengapa saya belum lagi menambah hafalan? Terlalu sibuk, minimnya waktu, ada target tilawah, dan bla.. bla.. bla.. itu semua memang alasan klasik. Memang ada banyak alasan, namun itu semua bukan untuk pembenaran.

Mencoba sedikit mengaplikasikan ilmu manajemen yang pernah saya dapatkan. Secara singkat, saya mencoba menganalisis dengan sedikit ilmu tentang SWOT matrix dan strategi. Ada 4 strategi yang dapat diambil setelah kita menganalisis masing2 strength, weakness, opportunity, dan threat.
1. Jika berada di kuadran 1 (S-O), dimana posisi strength dan opportunity lebih dominan. Hal ini menandakan kita berada pada fase pertumbuhan. Maka strategi yang tepat adalah melakukan ekspansi.
2. Jika berada pada kuadran 2 (W-O), dimana weakness dan opportunity lebih dominan, maka strategi yang tepat adalah mengubah strategi. Menjadikan kelemahan sebagai kekuatan yang dapat digunakan meraih kesempatan2 yang ada.
3. Jika berada pada kuadran 3 (S-T), dimana posisi strength dan threat lebih dominan, maka strategi yang tepat adalah kombinasi/diversifikasi strategi. Menjadikan kekuatan sebagai tumpuan utama dalam menghadapi ancaman.
4. Jika berada pada kuadran 4 (W-T), dimana posisi weakness dan threat sangat dominan. Hal ini menandakan kita berada pada kondisi yang genting/darurat. Maka strategi yang tepat adalah bertahan.

***
Strategi ekspansi, pernah saya lakukan saat menjadi siswa tahfidz pemula. Kala itu, awal tahun 2012, dimana semangat menambah hafalan sedang 100%. Bersaing secara sehat saya lakukan. Hingga tak terasa saya membalap teman2 yang menjadi siswa lama. Saat itu, saya merasakan nikmat yang tiada terkira, fastabiqul khairat. Inilah hiburan yang sebenarnya karena kala itu sedang galau karena tugas akhir. Jadinya, jika tak menemukan solusi penyelesaian dan pikiran bercabang akibat rumitnya looping sistem dinamik, larilah saya pada aktivitas yang satu ini.

Strategi bertahan, pernah juga saya lakukan. Ini instruksi langsung dari pimpinan lembaga yang saat itu saya menjadi siswanya. Karena akan diadakan seleksi siswa untuk kegiatan wisuda juz 30 dan juz 1, jadilah saya memakai strategi ini. Bertahan memuroja’ah hafalan, tanpa menambah setoran. Alhasil, bertahan memang lebih sulit daripada melakukan ekspansi. Usaha yang dikeluarkan lebih besar daripada saat ekspansi dulu. Strategi ini saya terapkan 6 bulan terakhir di tahun 2012.

Selanjutnya, karena saya mudah sekali tersulut semangat dan termotivasi melihat teman2 dan juga anak2 kecil di sekitar saya, jadilah beberapa bulan terakhir ini, saya menerapkan strategi kombinasi/diversifikasi. Menerobos jalan dari arah depan dan belakang. Jika bosan dengan jalan besar yang panjang, saya banting setir, memutar arah menuju jalan belakang, jalan kecil yang penuh cabang dan sempit. Dan ternyata.. strategi ini tidak cukup ampuh saya terapkan. Karena jalan ini harus ditempuh dengan satu kefokusan. Bercabangnya jalan menjadikan saya bingung dan kurang kuat mencengkeramnya.

SWOT secara skimming:
Tuntutan akselerasi adaptasi dengan lingkungan yang baru, baik lingkungan akademik maupun lingkungan kerja. Serta minimnya waktu luang yang pas untuk menambah hafalan. Namun tekad yang bersemayam dalam dada ini begitu kuat dan membuncah, menggapai mimpi, menuju ridho Ilahi Rabbi. Memberikan penghargaan tertinggi pada kedua orang tercinta, dengan mempersembahkan mahkota yang kemilaunya melebihi pancaran cahaya dunia. Penganugerahan kepada hambaNya yang sukses menamatkan ayat-ayat cintaNya, ketika berkumpul di jannahNya, kelak, Insya Allah.

***

Al Qur’an itu unik. Ia ibarat peta ataupun GPS. Namun bukan peta maupun GPS biasa. Ia adalah peta dan GPS kehidupan untuk seluruh insan dunia, menjadi petunjuk jalan shirothol mustaqiim, jalan yang benar. Ibarat sebuah peta atau GPS, dimana di dalamnya terdapat banyak jalan. Ada jalan besar yang memanjang, yang jika kita lewati akan melelahkan. Ada juga jalan kecil bercabang yang sempit, namun jika kita telusuri akan kita dapatkan kisah petualangan menyejarah yang tiada duanya. Al Qur’an sebagai peta kehidupan, memiliki 30 macam jalan yang bisa dilalui. Di setiap jalannya, ada 20 blok yang berjejer menjadi penghias jalan. Dan di setiap bloknya, ada bermacam rumah yang menghuninya, ada 50, 30, 10, bahkan hanya ada 1 rumah saja. Itulah Al Qur’an, anggap saja 30 jalan mewakili 30 juz, 20 blok mewakili 20 halaman di setiap juznya, dan jumlah rumah mewakili jumlah ayat yang ada dalam setiap halamannya.

Ada banyak jalan yang bisa kita tempuh. Jika bosan, lelah, atau putus asa melalui jalan besar yang memanjang, maka bolehlah berhenti sejenak, mengambil nafas dan mengumpulkan energi, memutar arah. Menelusuri jalan kecil bercabang nan sempit. Memang jalan ini dituntut kecermatan dan kehati-hatian yang lebih. Dan selanjutnya harus extra sabaaar..

***

Dan kuputuskan: Baik, saya akan mengubah strategi.

Semoga kemenangan bisa saya raih, layaknya sahabat Khalid bin Walid, yang dengan sigap segera mengetahui kondisi medan laga pertarungan di perang Uhud. Jika saat itu pasukan lemah di depan, dengan lawan yang kuat dihadapan, dan disisi pertahanan lemah di belakang. Saat itu juga, Sang Panglima yang dijuluki pedang Allah ini secara cerdas memutuskan untuk mengubah strategi: menyerang lewat benteng pertahanan belakang, hingga kemenangan ada di tangan.

Yaah.. ini ide yang terinspirasi dari Khalid bin Walid, salah satu sahabat idola saya. Segera ubah strategi untuk meraih kemenangan. Maju ke medan laga melalui jalur pertahanan dari belakang. Bismillaah.. insya Allah..
Dan motivasi lainnya yang menyulut saya: karena saya juga tidak ingin kalah dengan anak SD.
Mari kita berfastabiqul khoirat..!!

#EdisiSharingStrategi.
Ini strategiku, bagaimana strategimu?

»»  READMORE...

Senin, 10 Juni 2013

Inspirasi dari Bangunan Berbentuk Kotak: Rumah

#Marhaban yaa Sya'ban#

Inspirasi hari ini:

"Belajarlah bagaimana hidup yang bermartabat bersama orang banyak, karena rumah itu adalah sekolah" (Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqity)

Keberhasilan diri kita, tidak terlepas dari keberadaan rumah. Rumah tidak hanya sekedar bangunan berbentuk kotak & tempat kita beristirahat. Namun lebih dari itu, rumah memiliki keunikan dalam membentuk karakter diri kita, dimana:
Luasnya membentuk cara kita memandang kelapangan.
Sempitnya membentuk cara kita menyiasati keterbatasan.
Riuhnya membentuk cara kita belajar toleransi dan kebersamaan.
Sepinya membentuk cara kita mengalami kesendirian.
Dan setiap kita pasti bisa merasakan jejak diri di rumah kita.

Rumah saya dan kita semua. Tak hanya rumah yang kita tinggali saat ini. Namun dimana kita berpijak dan telah berkomitmen untuk memberi manfaat lebih kepada masyarakat, bangsa, dan agama ini, di situlah rumah kita yang sebenarnya.

Mari bangun rumah kita menjadi rumah yang memancarkan cahaya, dimana sumber pancarannya berasal dari amal ibadah yang kita hidupkan di dalamnya.
Mari bangun rumah kita, rumah para arsitek peradaban, dimana kita turut merancang kembali peradaban Islam yang telah lama hilang, hingga terwujud kembali.

Di tangan kitalah tonggak kepemimpinan akan diwariskan.
Dan ditangan kita, perubahan akan terwujud.
Maka bersemangatlah wahai para pemuda..
Terus bergerak, berkontribusi, turut berbagi, & membawa kebermanfaatan bagi bangsa & agama yg kita cintai.

#terima kasih kepada semua rumah yang telah memberikan inspirasi dan turut serta dalam mempengaruhi karakter diri ini#

»»  READMORE...

Jumat, 07 Juni 2013

Draft Proposal Thesis

Berikut ini draft proposal thesis yang akan saya gunakan sebagai acuan penulisan thesis.

Mohon masukan dari Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian.

Terima kasih.

Draft proposal thesis dapat didownload pada link berikut
http://www.4shared.com/office/C0S03dUh/Draft_Proposal_Thesis_-_Jumie_.html
»»  READMORE...

Kamis, 30 Mei 2013

Rencana Publikasi

Target Publikasi : International Conference on Industrial Engineering and Services Science

Pelaksanaan 2014

Rencana Aksi:
1. Full research
2. Tema: Productivity and Business Strategy
3. Dilakukan setelah sidang laporan thesis dinyatakan lulus

»»  READMORE...

Abstrak

Pasar Tradisonal merupakan salah satu indicator ekonomi masyarakat Indonesia. Penanganan yang kurang berpihak terhadap pasar tradisional telah membuat eksistensi pasar tradisional semakin terdesak. Pengelolaan pasar di Kota Surabaya belum menciptakan suatu sistem pengaturan yang komprehensif sehingga berdampak pada ketidakberdayaan para pelaku usaha di pasar tradisional akibat dari semakin kuatnya perkembangan pasar modern. Penelitian ini akan membahas bagaimana evaluasi terhadap kebijakan pengelolaan pasar di Kota Surabaya, bagaimana peran stakeholder dalam pengembangan pasar tradisional, dan bagaimana model strategic alliance pasar tradisional yang dapat meningkatkan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan klaster yang mengkaji hasil studi secara komprehensif sehingga menjadi pertimbangan utama bagi perumus kebijakan dalam memformulasikan kebijakan.
»»  READMORE...

Kamis, 25 April 2013

Saatnya Berbenah untuk Suatu Amanah


Udah gak jamannya lagi angkat tangan, menyerah kalah,..
karena dengan memiliki amanah,
maka engakau akan menjadi mujahid-mujahidah,
pasukan Allah.


Menjalankan amanah memang tak mudah,
butuh komitmen dan mujahadah,
dan yang terpenting dari yang paling penting adalah muroqobah,
yaitu sikap merasa diawasi Allah.


Ada suka ada juga duka,
ada lara, derita, juga bahagia..
Walau dalam kondisi apapun, tetap tunaikan amanah
karena amanah itulah yang akan meng-’aman’-kan kita.


Sekedar berbagi cerita..
Sering kali ujian datang kala amanah telah memanggil.
Jauuuh.. itu yang sering kali menjadi ujian.
Sudah jauh2 datang, apalagi kalau harus pagi2,
belum lagi kala waktu pun harus berbagi.
Segera.. melaju, melesakkan kendaraan, membelah jalanan
seakan menantang segala resiko yang terjadi.
Ketika mesin kendaraan tlah dimatikan, hp berbunyi,
sms masuk, diskusi terkait amanah dibatalkan.
Berbagai alasan, dan selalu saja,
‘manajemen tafadhal dan juga afwan’
Atau suatu ketika, musyawarah tetap ditunaikan,
Dengan segala keterbatasan, peserta, waktu, dan agenda.
Hasilnya? Sering kali tidak optimal.
Tak sebanding dengan perjuangan penuh resiko,
dalam serangkaian perjalanan.
Huuf.... mengelus dada, walau terasa sesak,
tetapi harus diikhlaskan..
Memperbanyak Istighfar.
Acap kali 'sedikit menjadi orang gila setengah hati'.
Ngobrol sendiri, menghibur diri, memikirkan kata2 motivasi,
segalanya kan berhikmah,
karena skenario Sang Sutradara Yang Maha Kuasa jauh lebih indah
Semoga perjuangan kan berbuah manis,
walau bukan dipanen dunia.


Aku ingin menjadi seorang mujahidah,
yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Dengan segala resiko perjalanan, harus senantiasa bersiap,
atas segala ujian yang datang menghadang.
Berusaha senantiasa dalam keadaan suci,
supaya meninggal dengan wajah berseri


Jika rasa berat karena jauh ini menyelimuti hati,
seringkali segera memutar memori,
pada kisah para Nabi dan sahabat2nya,
Laskar syuhada, yang dirindu bidadari surga.
Demi menunaikan amanah dakwah,
Walau dekat maupun jauh,
Walau senang maupun susah,
Walau sehat ataupun harus menahan rasa sakit,
nyaman maupun tidak,
tetap berusaha berjuang menunaikannya,
bersegera memenuhi panggilan.


Aku ingin seperti Hanzolah,
yang bersegera memenuhi panggilan dakwah,
walau harus meninggalkan kenikmatan dunia.
Beliau syahid, jenazahanya dimandikan malaikat, para penduduk surga.


Aku juga ingin seperti Bilal bin Rabbah,
yang senantiasa menjaga wudhu,
hingga terompahnya saja sudah terdengar
walau jauh, tapi suaranya terdengar dekat,
di kalangan penghuni surga.


Aku ingin menjadi anggota barisan Rasulullah
Bersama para syuhada, mujahid, mujahidah.


Untuk teman2 yang pernah berpartner dengan saya,
juga kepada semua kawan.
Diakhir tulisan ini, saya ingin mengucapkan
Afwan jiddan atas segala khilaf.
Senantisa saling memahami,
kondisi sebenarnye memang tak seberapa jauh,
tak ada samudera, lautan, ataupun batas provinsi yang memisahkan
Namun saya berharap kita semua tahu diri,
baik ketidakhadiran, ataupun kehadiran yang melampaui batas waktu,
tidak sampai membuat Saudara/Saudari lainnya merasa kecewa.


Senantiasa saling tolong menolong dan saling menasehati.
Jika seorang Saudara/i butuh pertolongan,
bersegera, memenuhi panggilan, melaksanakan.
Jika saya, Anda, atau mereka berbuat salah,
segera tegur dan beri nasihat,
supaya kesalahan segera diketahui,
sehingga tak terulang lagi,
supaya tak berlarut-larut
dalam 'kecewa setengah hati' 
»»  READMORE...

Metpen: METODOLOGI

METODOLOGI
1. Identifikasi kondisi pasar tradisional dan pasar modern, yang terdiri dari stakeholder, shareholder, fasilitas, dan competitive advantage
2. Membuat swot
3. Telaah Efisiensi
4. Telaah kebijakan
5. Analisis gap
6. Identifikasi rantai nilai
7. Memetakan stakeholder
8. Penyusunan model pembangunan
9. Pembuatan parameter pengukuran kinerja
10. Perumusan Kebijakan
11. Penyelarasan Strategi
12. Kesimpulan
»»  READMORE...

Jumat, 19 April 2013

Metpen: Literatur Review

»»  READMORE...

Metpen: Latar Belakang Penelitian

Pasar tradisional merupakan lembaga sosial ekonomi yang lahir dari keaslian sistem sosial ekonomi Indonesia. Keberadaan pasar tradisional tidak hanya sebagai perwujudan ekonomi kerakyatan. Akan tetapi sebagai mata rantai perdagangan yang memberi manfaat kehidupan bagi masyarakat yang tersisih dari pekerjaan formal. Hal inilah yang menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu indikator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Perkembangan jaman dan perubahan gaya hidup yang dipromosikan begitu hebat oleh berbagai media telah membuat eksistensi pasar tradisional menjadi sedikit terusik. Penanganan yang kurang berpihak mengenai pasar telah membuat eksistensi pasar semakin terdesak. Persoalan seperti lembaga perekonomian yang terbuka sehingga siapa saja bisa menjadi pedagang, persaingan dengan ritel atau pasar modern dalam kontesk ini yaitu sistem manajemen yang dipakai, tekanan dari kenaikan retribusi dan sewa loss/bedak dari tuntutan PAD daerah yang naik, serta pasar tradisional bukan opsi utama dari produsen pabrikan dalam menjadikan mitra distribusi menjadi faktor permercepat dari kelangkaan pasar tadisional.

Perkembangan jumlah pasar modern yang meningkat dapat dibutktikan dari data KPPU, yang menyebutkan bahwa ritel Alfamart tumbuh 13,26% dari sebanyak 2.736 outlet pada tahun 2008 menjadi sebanyak 3.098 outlet pada tahun 2009. Sedangkan ritel Indomaret tumbuh 14,16% dari sebanyak 3.093 outlet pada tahun 2008 menjadi sebanyak 3.531 outlet pada tahun 2009. Ekspansi pasar modern telah berdampak pada kinerja ekonomi pasar tradisional. Survei AC Nielsen menunjukkan bahwa pangsa pasar modern meningkat dari 35% pada tahun 2000 menjadi sebesar 53% pada tahun 2008. Sementara omset pasar tradisional justru menurun dari sebesar 65% pada tahun 2000 menjadi hanya sebesar 47% pada tahun 2008. Pedagang di beberapa pasar tradisional merasakan penurunan, di DKI, Malang, maupun Bandung, masing-masing sebesar 60%, 30%, dan 40%.

Ekspansi pasar modern selain menurunkan kinerja pasar tradisional juga berdampak pada penurunan kinerja pemasok kecil dalam negeri, distributor lokal, dan pekerja informal di pasar tradisional. Selain dihadapkan pada permasalahan mahalnya biaya sewa kios pasar yang telah diremajakan, pedagang juga menghadapi masalah perubahan preferensi konsumen pasca ekspansi pasar modern. Survey AC Nielsen pada tahun 2009 menyebutkan bahwa 93% konsumen sudah menjadikan kegiatan belanja sebagai salah satu mode rekreasi. Model yang dicari adalah tempat yang memberi keleluasaan untuk berbelanja semua kebutuhan (one stop shopping). Kondisi ini tentu akan semakin meminggirkan peran pedagang pasar tradisional jika tidak ada perlindungan dan model pengembangan pasar tradisional yang tepat ke depan.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia telah membuat beberapa peraturan yang digunakan sebagai upaya perlindungan terhadap pasar tradisional. Seperti pada Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan. Peraturan ini mengatur pemberdayaan pasar tradisional serta norma-norma keadilan, saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern serta pengembangan kemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, toko modern dan konsumen.

Dalam peraturan tersebut terdapat pasal yang mengatur jam buka fasilitas pasar modern, jarak antara hipermarket dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya. Pasar-pasar modern pun diharuskan menyerap produk yang dihasilkan usaha skala kecil menengah (UKM). Namun, dalam pengimplementasian di lapangan, peraturan presiden ini terdapat kekurangan, diantaranya tidak terdapat arahan dan model yang dapat dijadikan acuan pengembangan pasar tradisional.Peraturan lainnya, yaitu peraturan menteri perdagangan Republik Indonesia nomor: 53/m-dag/per/12/2008 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, telah diatur mengenai tata cara perijinan yang di dalamnya juga dijelaskan mengenai bentuk kemitraan untuk pemberdayaan pasar tradisional. Peraturan ini meruapakan bentuk pejabaran dari peraturan sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah juga telah membuat peraturan untuk pasar modern seperti yang terdapat dalam rancangan peraturan daerah tahun 2008 propinsi Jawa Timur. Pada rancangan peraturan tersebut, disebutkan bahwa lokasi pendirian pasar modern dan toko modern mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/ Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk pengaturan zonasinya. Meskipun diatur dalam peraturan tersebut, namun kenyataan yang terjadi di lapangan menyebutkan bahwa cukup banyak pelanggaran yang dilakukan pasar modern. Mulai dari jam buka dimana terdapat pasar modern yang memberlakukan jam buka 24 jam dan zona yang tidak sesuai dengan aturan zonasi yang telah ditetapkan.

Adanya persaingan yang kurang sehat antara pasar tradisional dengan pasar modern kurang mampu diselesaikan dengan berbagai kebijakan yang bersifat bimbingan dan pembinaan, serta penciptaan iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya pasar tradisional. Untuk mengatasi permasalahan ini, pendekatan klaster akan diadopsi sebagai langkah memodelkan kebijakan yang terintegrasi, dimana terdapat interaksi antar pelaku usaha, sehingga tercipta suatu kekuatan atau sinergi dalam meraih peluang bisnis yang ada. Adapun bentuk-bentuk kerjasama tersebut selanjutnya disebut dengan aliansi strategis.
Dengan adanya aliansi strategis tersebut, diharapkan mampu membuat pengusaha pasar tradisional menjadi lebih produktif, mampu mengembangkan usaha bisnisnya, serta dapat memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Diharapkan dalam jangka waktu yang kontinyu, penerapan aliansi strategis untuk pembinaan pasar tradisional dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia seiring dengan berkembangnya perekonomian nasional.
 

»»  READMORE...

Minggu, 14 April 2013

Metpen: Skleton Penelitian

Topik            : Pasar Tradisional, Klaster, Penyelarasan Strategi

Judul Penelitian    : Mendesain Model Penyelarasan Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar Tradisional Dengan Pendekatan Klaster

Tujuan Penelitian    :
a.    Mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab menurunnya daya saing pasar tradisional
b.    Mengidentifikasi stakeholder pasar tradisional beserta peranannya
c.    Mendesain sistem klaster pasar tradisional
d.    Menentukan strategi yang dapat diselaraskan antar stakeholder
e.    Menganalisis peluang keberlanjutan sistem klaster pasar tradisional

Rumusan Masalah    :
1.    Faktor apa saja yang menjadi penyebab menurunnya daya saing pasar tradisional?
2.    Siapa saja yang menjadi stakeholder pasar tradisional dan bagaimana peranannya?
3.    Bagaimana medesain sistem klaster pasar tradisional?
4.    Strategi apa saja yang dapat diselaraskan antar stakeholder?
5.    Bagaimana peluang keberlanjutan sistem klaster pasar tradisional?

Manfaat Peneltian    :
a.    Bagi pasar tradisional, adanya bentuk-bentuk kerjasama antar pedagang pasar tradisional yang dapat diterapkan untuk tetap menjaga keberlangsungan pasar tradisional serta dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional.
b.    Bagi pemerintah, adanya masukan yang bersifat rekomendasi kebijakan sehingga pemerintah turut serta melakukan pengawalan dan mendukung kerjasama yang terjalin dengan cara menjadi fasilitator antar stakeholder.

Skleton penulisan Latar Belakang :
Paragraph 1    : Pasar tradisional merupakan indicator ekonomi masyarakat Indonesia
Paragraph 2    : Kondisi pasar tradisional di Indonesia aspek daya dukung (fasilitas)
Paragraph 3    : Kondisi pasar tradisional di Indonesia aspek daya saing (harga dan pengemasan)
Paragraph 4    : Keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengelolaan pasar
Paragraph 5    : Pasar modern meningkat dengan pesat
Paragraph 6    : Akibat yang ditimbulkan dengan menjamurnya pasar modern
Paragraph 7    : Peraturan-peraturan yang mengatur pasar tradisional
Paragraph 8    : Peraturan-peraturan yang mengatur pasar modern
Paragraph 9    : Gap peraturan
Paragraph 10    : Klaster
Paragraph 11    : Penyelarasan strategi
Paragrapah 12    : Solusi yang ditawarkan

Strategi untuk Literature Review:
1.    mencari jurnal terkait:
a.    penyelarasan strategi
b.    klaster
c.    peningkatan daya saing pasar tradisional
2.    membaca jurnal
3.    menandai hal-hal yang penting
4.    memposisikan hal-hal yang penting per bab
5.    mengutip jurnal
6.    mencari keterkaitan antar jurnal
7.    merumuskan gap
8.    mencari data-data tentang
       a.    jumlah pasar tradisional
       b.    fasilitas pasar tradisional
       c.    daya saing pasar tradisional: harga dan pengemasan
       d.    kerjasama yang telah terbangun
9.    menulis referensi jurnal


   

                                                        Gambar 1 Mind Mapping Penelitian

»»  READMORE...
') }else{document.write('') } }