Assalamu'alaykum... Selamat datang di blog saya..

Muslimah

Muslimah

Minggu, 18 Desember 2011

BUROQ-KU

Satu-satunya kendaraan yang kupunya adalah Buroq. Buroq itu sebuah nama. Nama dari sepeda tua berwarna ungu. Sepeda yang kudapat dari seorang akhwat senior -dia yang namany tak perlu disebut-supaya hanya aku dan beliau saja yang tahu, juga supaya amalnya tetap ikhlas penuh barokah.

Buroq… dulu aku berpikir dua kali ketika akhwat senior itu menawariku sepeda warisan. “Sepeda warisan…? Pasti jelek sekali, bisa malu aku memakainya..” batinku waktu itu. Namun, tak mengapalah.. dari pada jalan dengan beban di pundak yang semakin bertambah dan rute perjalanan yang kian panjang nan melelahkan. Ku singkirkan jauh-jauh pikiran burukku tentang ‘sepeda warisan’. Berpositive thinking, bahwa sesuatu yang jelek tak selamanya jelek. Dan kubuktikan hal itu benar..!!!

Beberapa waktu setelah kepulangan beliau – akhwat senior, dia yang namanya tak perlu disebut – meninggalkan kampus perjuangan ini, aku mengambilnya. Ku dapati banyak karat menyelimutinya. Sepeda yang seperti memang sudah tak layak pakai, pikirku waktu itu. Namun, dengan segenap ketelatenan dan kesabaran, aku berusaha mengubah sepeda itu menjadi sepeda impianku. Sepeda yang memiliki keranjang, enak dipakai, enteng, bisa ngebut, dan remnya yahuut.. Alhamdulillah.. akhirnya terkabul juga. Walau biaya untuk membeli aksesoris sepeda dan memperbaikinya lumayan besar (menurutku – sebagai seorang mahasiswi dengan uang saku ngepres).
Buroq.. Nama itu terinspirasi drai peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah saw, teladanku, yang melakukan perjalanan dengan kendaraan bernama Buroq. Kendaraan itu berkecepatan tinggi, sangat cepat hingga bisa menembus langit ke tujuh.

Buroq, hamper dua tahun aku bersamanya. Tak henti menggunakannya di pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Jarak dekat, sekitar ITS biasa ku lalui. Bahkan jalan medokan dan jalan darmo pun pernah ku jelajahi bersama Buroq.

Banyak kenangan bersamanya. Ngebut-ngebutan di jalanan ITS dan sekitarnya. Pengalaman ini dilatarbelakangi oleh mepetnya waktu yang ada untuk menuju tempat tujuan. Juga karena udah lewat jam malam, juga karena sepinya daerah yang ku lalui sehingga membuat bulu kuduk berdiri semua. Pengalaman mengangkat Buroq gara-gara pagar jalan ditutup. Ini sering kualami di jalanan deket PPNS. Huff… harus mengeluarkan segenap tenaga untuk mengangkatnya. Pengalaman ban bocor luar dalam yang harus membuatku sabar. Hmm… menuntun Buroq dari Masjid Manarul Ilmi ITS hingga tukang tambal ban gebang ataupun Keputih (deket Sakinah). Juga pengalaman menuntun Buroq, untuk menemani seorang teman yang sedang berjalan sendirian,

BUROQ… Melesatlah… menyatulah dengan ku dan angin di sekelilingmu… Jadilah sahabat setiaku.. Let’s Go…. (terinspirasi dari nyanyian kartun tamiya berjudul ‘Let’s Go!’)

Let’s Go..
Bersatu dengan angin
Raihlah mimpi-mimpimu
Ku tak akan pernah menyerah
Rasakan deru angin
Winning Run…

Buroq.. oh Buroq..
kuharap, engkau tak hanya menjadi kendaraanku di dunia, tapi juga di akhirat…
kuharap engkaulah yang menjadi saksi atas perbuatan baikku..
bersamamu aku berjuang di jalan Allah
baik untuk menuntut ilmu
»»  READMORE...

Kamis, 01 Desember 2011

Percakapan di sebuah perusahaan

Suatu hari di sebuah perusahaan.
X: Ini Mba tehnya, silakan diminum.
Z: Terima kasih Bu. Maaf saya sedang puasa.
X: Waah,, hebat bener Mbanya, puasa Senin-Kamis ya Mba?
Z: Oh, bukan Bu, saya puasa sunnah yang lain, yang sehari puasa-sehari tidak.
X: Waah.. hebat-hebat. Dulu saya waktu muda juga sering puasa Mba. Waktu jaman SMP-SMA-Kuliah gitu. Sering tirakat, puasa Senin-Kamis, tahajud, dhuha. Ibadahnya getol banget. Waktu muda dulu memang lagi semangat2nya ibadah Mba, soalnya lagi banyak2nya yang diinginkan. Ingin lulus dengan nilai baik, masuk sekolah favorit, universitas favorit, sampe dapet kerjaan yang gajinya lumayan. Masa muda dulu memang menyenangkan. Rasanya tenaga dan semangat itu gak habis2. Ingin ini, ingin itu, semua dilakukan.
Z: .... (mendengarkan dan menyimak)
X: Tapi sekarang sudah beda jaman Mba. Sedih rasanya melihat diri saya. Sudah jarang puasa, jarang bisa bangun malam, jarang mengaji apalgi buka Al-Qur'an. Hafalan2 pada hilang. (sambil sedikt menunduk, memandang pada layar laptop) Semakin bertambah umur, ujiannya semakin banyak Mba. Tanggung jawab pun semakin besar. Tuntutan pekerjaan mengharuskan tampil dengan kesehatan prima, kalau puasa, rasanya lemes banget, kurang produktif, saya pernah ditegur atasan saya karena kurang semangat bekerja dan sering menguap. Apalagi sekarang sudah punya suami dan anak. Kerjaannya tambah banyak. Pulang kerja ndak bisa santai2, harus masak, nyuci, mandikan anak, nemanin belajar anak, dan setumpuk pekerjaan rumah lain telah menanti.
Z: .... (masih menyimak)
X: (melanjutkan lagi) Kamu masih muda Mba, manfaatkan masa mudamu sebaik-baiknya. Kalau sudah kayak saya ini, susah melakukan hal2 yang saya mau. Pertimbangannya banyak, harus bilang suami, gimana nanti anak kalau ditinggal, dan lainnya. Ribet. Mumpung masih muda, harus banyak tirakat. Biar ntar bisa memetik hasilnya, jadi orang gede. Saya dukung kamu Mba buat istiqomah Puasa. Kalau bisa, Mba jangan niru saya ya. Mba harus bisa istiqomah puasanya, jangan berhenti, terus ibadah, sampe Mba menghadap pada Sang Pencipta. Jangan hanya beribadah sampe setelah udah dapet kerja aja, atau keingan sudah tercapai.
Z: Iya Bu. Insya Allah.
X: Saya sangat senang bertemu Mba. Saya jadi termotivasi lagi untuk memperbaiki diri. Saya harus banyak merenungi kehidupan yang sudah saya lalui. Banyak yang sudah tersia-siakan.
Z: Iya Bu, saya juga senang bertemu dengan Ibu. Saya bisa belajar banyak hal (sambil manggut2)
X: Subhanallah.. saya sadar, inilah rencana Allah. Saya dipertemukan dengan Mba, supaya saya bisa bangkit lagi, mulai puasa lagi. Bismillah, Insya Allah.
X: Oiya Mba, saya punya wejangan satu lagi untuk Mba. Kalau sudah kerja nanti, jangan terjebak dengan kegiatan rutinitas. Berangkat pagi pulang sore, trus di rumah mengerjakan pekerjaan rumah kemudian tidur. Rugi banget Mba, kurang produktif. Mba harus bisa mengelola waktu Mba dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah Mba, meskipun ibadah sunnah saya sudah mulai kendur, saya masih bisa ikut pengajian lho Mba. Saya senang bekerja di perusahaan ini. Setiap satu minggu sekali ada pengajian yang boleh diikuti siapa saja, direktur, manajer, staf, hingga petugas cleaning service. Senang rasanya bisa berkumpuldengan saudara dan saudari seiman, mendengarkan petuah2 dari Ustadz. Ustadznya juga keren2 lho Mba, yaa.. walau ndak terlalu terkenal.
Z: Iya Bu, terima kasih atas wejangannya.
X: Hari ini hari apa ya Mba?
Z: Hari KamisBu.
X: Waah.. kebetulan, setiap kamis pengajiannya. Ntar ikut pengajian sama saya Mba.
Z: Iya Bu, Insya Allah.
******************
Hmm.. begitu rupanya kehidupan dunia kerja,
terjebak dengan rutinitas akan menurunkan produktivitas.
Terlena dengan kehidupan dunia,
dapat melalaikan amanah sebagai hamba kepada Sang Pencipta.
Akankah kita senantiasa Istiqomah dalam beribadadah pada-Nya
hingga malaikat pencabut nyawa berhadapan dengan kita?
Bismillah..
Yaa Allah Yang Maha membolak-balikkan hati,
Istiqomahkan kami untuk tetap berada pada agama-Mu.
JSR_011211_09:56
»»  READMORE...

Rabu, 02 November 2011

iiii torehan ide dini hari

suatu kegagalan pastilah menghiasi
sebuah proses tuk mengukir prestasi
hilangkanlah keraguan dalam hati
dan segeralah temukan jati diri

bila kejadian hari ini
membuat keruh suasana hati
marilah memuhasabah diri
agar segera kita temukan solusi

okelah.. mari belajar dari sebuah filosofi
sebuah rumah yang memiliki banyak dimensi
masing-masing memiliki fungsi
yang berhimpun tuk saling mengisi dan melengkapi

menjadi sosok insan islami
memiliki niat dalam hati
selalu penuh motivasi
berjuang menegakkan kebenaran hakiki

****JSR_021110.........._dini hari
»»  READMORE...

Selasa, 01 November 2011

Torehan Tinta Yang Tak Ku Sangka

Benar-benar tak ku sangka
Aku bisa melakukannya
Padahal tak pernah terbayangkan sebelumnya
Pandai membuat bait berima
Aku tak tahu darimana
Kekuatan dan inspirasi itu berada
Ya… tak mengapa
Aku suka melakukannya
Pekerjaan baru menorehkan tinta
Mendokumentasikan hidup yang penuh makna
Supaya dapat bernostalgia….
Ckckck….
*** JSR_11.25_311011
»»  READMORE...

Senin, 31 Oktober 2011

Jawabannya Ternyata

Kini ku tahu
Jawaban supaya tak lagi ragu
Agar tak lagi lama menunggu
Juga tuk segera bergerak maju
Tak tergilas masa lalu

Kembali meluruskan niat dalam hati
Bertekad memperbaiki diri
Mengembalikan sifat berani
Mengikis rasa bosan, malas, iri, dan dengki
Demi meraih kemenangan sejati
Mengejar mimpi-mimpi

** JSR 20.09_311011
»»  READMORE...
') }else{document.write('') } }